Rabu, 11 November 2015

Menulis adalah Obat

Hilanganya ridu dengan pertemuan..
Lenyapnya benci dengan cinta..

Dengan menulis hilanglah gundah atas unek-unek yang ada didalam hati yang tidak bisa kita suarakan. Ketidakmampuan mengeluarkan pendapat dengan resonansi suara bukan berarti kita harus memendam atas rasa di dalam hati yang (terutama) sangat mengganggu bagi kesehatan jiwa. Banyak hal yang menyebabkan ketidakmampuan kita mengungkapkan pendapat dengan suara atau berbicara. Bisa jadi kita adalah termasuk orang yang pemalu berbicara di hadapan banyak orang, atau kita tidak punya banyak waktu untuk bertemu banyak orang guna bertukar pikiran. Disinilah fungsi tulisan sebagai sarana lain untuk bertukar pikiran dan mengungkapkan gagasan. Ada rasa yang begitu lepas jika pendapat yang kita utarakan dibaca orang banyak atau menulis hanya untuk diri kita sendiripun bisa menjadi obat. Dengan merekam jejak tulisan, akan kita temukan solusi terhadap masalah-masalah yang pernah kita alami. Hal ini tentu membuat jiwa lebih sehat. Menurut sebuah penelitian bahkan menulis dapat memengaruhi kesehatan. Dalam sebuah penelitian pada penderita HIV, tulisan yang emisonal dan ekspresif dapat meredam laju perkembangan virus juga dapat meningkatkan kekebalan antibodi untuk bertempur.

Menulis dapat membuat kita berlama-lama dengan kenangan indah. Menulis dapat menjadi media ampuh menghilangkan kepenatan bagi seorang ibu rumah tangga yang setiap hari dirumah dan jarang bertemu dengan orang lain. Menulis juga dapat mengembangkan kreativitas seorang anak. Menulis juga dapat menjadi sarana sesorang untuk mengembangkan diri. Menulis adalah sahabat terbaik para penuntut ilmu. Menulis bisa melukiskan perasaan yang sulit kita ungkapkan dengan lisan. Jadi, apakah kamu masih ragu untuk menulis? Tulislah sekarang, detik ini juga, tentang apa yang kamu rasakan.

Menulis dapat mewakili cinta, menulis dapat menyebarkan kebaikan.

Terkadang muncul penyakit hati dalam diri kita, tetapi kita ingin terjebak didalamnya. Mood swing ketika PMS melanda, sehingga orang-orang terdekat menjadi sasaran empuk pelampiasan emosi negatif. Kemarahan karena terusik dan kebosanan karena rutinitas yang tiba-tiba datang. Maka menulislah. Salurkanlah rona negatif itu dengan tulisan yang baik, tambahkanlah ilmu dalam tulisanmu, ajaklah orang berbuat kebaikan. Semoga suasana negatif dalam hatimu menghilang.

Menulis dapat merubah energi negatif dalam hatimu menjadi energi positif yang bermanfaat untuk kesehatan jiwa sendiri juga barangkali bisa bermanfaat untuk orang lain 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar