Masih teringat dalam ingatan saya, ada seorang teman pernah berkata kurang lebih begini "Saya ini miskin, biarlah saya merasa kaya dengan rahasia yang saya punya". Bukan tanpa sebab ia berkata seperti itu, tetapi kala itu saya memang sedang mengulik sesuatu darinya. Betapa malunya saya saat itu, tertohok sangat dengan pernyataannya, "Ngapain juga sih nanya-nanya begitu ke dia" begitu pikir saya saat itu. Hal yang saya tanyakan toh bukan sebuah hal besar yang penting dalam kehidupan pribadi saya. Ibaratnya, tidak ada kerugian jika saya tidak menanyakannya. Ah, hal itu cukup membekas dalam benak saya hingga saya berhati-hati untuk mengobrol dengannya. Saya pun teringat kisah Dae Jang Geum yang harus melihat ayahnya tertangkap tentara karena ia tiidak sengaja membocorkan rahasia bahwa ayahnya dulu pernah terlibat dalam skandal pembunuhan ratu saat itu. Tidak hanya itu, ibunya pun juga menjadi buron para tentara istana sampai akhirnya ia meninggal. Setelah ditinggal kedua orangtuanya, Jang Geum yang terlihat sanguinis, senang bicara, dan ceria berubah menjadi seseorang yang pendiam dan sangat menjaga bicaranya. Karena menurutnya, mulutnya telah membuat kedua orang tua yang dicintainya pergi untuk selama-lamanya.
Sampul Ungu
Jika surga begitu indah untuk apa mencari dunia..
Rabu, 11 November 2015
Menulis adalah Obat
Hilanganya ridu dengan pertemuan..
Lenyapnya benci dengan cinta..
Dengan menulis hilanglah gundah atas unek-unek yang ada didalam hati yang tidak bisa kita suarakan. Ketidakmampuan mengeluarkan pendapat dengan resonansi suara bukan berarti kita harus memendam atas rasa di dalam hati yang (terutama) sangat mengganggu bagi kesehatan jiwa. Banyak hal yang menyebabkan ketidakmampuan kita mengungkapkan pendapat dengan suara atau berbicara. Bisa jadi kita adalah termasuk orang yang pemalu berbicara di hadapan banyak orang, atau kita tidak punya banyak waktu untuk bertemu banyak orang guna bertukar pikiran. Disinilah fungsi tulisan sebagai sarana lain untuk bertukar pikiran dan mengungkapkan gagasan. Ada rasa yang begitu lepas jika pendapat yang kita utarakan dibaca orang banyak atau menulis hanya untuk diri kita sendiripun bisa menjadi obat. Dengan merekam jejak tulisan, akan kita temukan solusi terhadap masalah-masalah yang pernah kita alami. Hal ini tentu membuat jiwa lebih sehat. Menurut sebuah penelitian bahkan menulis dapat memengaruhi kesehatan. Dalam sebuah penelitian pada penderita HIV, tulisan yang emisonal dan ekspresif dapat meredam laju perkembangan virus juga dapat meningkatkan kekebalan antibodi untuk bertempur.
Senin, 09 November 2015
Hasad (Iri)
Dalam jasad manusia ada segumpal daging yang apabila ia baik, maka seluruhnya akan baik. Begitu pula sebaliknya, apabila buruk maka akan buruk seluruhnya. Apakah segumpal daging itu? Mari kita simak hadits nabi berikut :
Dari An Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ
“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).
Hati seperti ruangan yang harus selalu dibersihkan berkala agar tidak kotor dan berpenyakit. Bukankah berbeda ruangan yang senantiasa terjaga dan dibersihkan dengan ruangan yang dibiarkan terbuka serta tidak dirawat? Ruangan yang tidak terawat akan banyak sekali sampah bertebaran, kotoran, dan bau tidak sedap. Yang kemudian akan muncul hewan tak diundang seperti lalat, anjing, dan sebagainya. Begitu pun dengan hati, hati yang tidak dijaga dan senantiasa dibiarkan kotor akan memunculkan berbagai penyakit hati seperti hasad.
Apakah hasad itu? Secara singkat hasad bisa diibaratkan frase berikut:
"Susah melihat orang lain senang"
"Senang melihat orang lain susah"
Pernahkah kita terjebak dalam perasaan demikian terhadap saudara kita? Seperti perasaan Qabil yang hasad kepada Habil karena akan menikahi saudari perempuannya yang sangat cantik jelita, atau seperti syaitan yang hasad terhadap manusia karena diperintahkan untuk bersujud oleh Allah?. Umat manusia memang tidak akan selamat dari 3 penyakit, yakni; dzon (prasangka), tathayyur (menganggap sial karena sesuatu), dan hasad.
Langganan:
Komentar (Atom)